Senin, 21 Januari 2013

Minggu, 09 Desember 2012

Pelantikan OSIS 2012/2013

Senin, 07 November 2011

Hal-hal yang harus dilakukan guru untuk menumbuhkan motivasi anak

  • Hendaknya guru itu senantiasa menghargai dan memberikan reinforcement (penguatan). penghargaan tidak hanya disampaikan dengan kata-kata, bisa juga disampaikan dengan isyarat. Guru apabila ingin mengkritisi anak didik, maka yang harus diperhatikan adalah jangan langsung mengkritisi, tapi harus diberi penghargaan dulu. 
  • Re inforcement ada 2 : 
  1. Verbal : kata-kata bagus, oke dan lain-lain.
  2. Non Verbal : acungan jempol, anggukan kepala, sentuhan / tepuk bahu, dan simbol

Beberapa cara untuk membangkitkan motivasi belajar 
  1. Menjelaskan pentingnya / manfaatnya mempelajari sesuatu. 
  2. Mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa di luar sekolah 
  3. Menunjukkan antusiasme (menggunakan prosedur yang sesuai) dalam mengajarkan sesuatu 
  4. Memberikan hasil ulangan sesegera mungkin. 
  5. Menggunakan bentuk-bentuk kompetisi. 
  6. Partisipasi dalam kegiatan ekstra seperti Olahraga, Seni, dan lainnya untuk menciptakan keakraban. 

Beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar 
  1. Faktor Matwration (kematangan)/ maturity 
  2. Faktor Aktifitas bertujuan. 
  3. Faktor Partisipasi siswa 
  4. Adanya penghargaan & hukuman 
  5. Mengetahui hasil belajar  

Keterangan : 
  1. Banyak sekali para ahli seperti Maria Maturation. faktor ini adalah faktor peka, anak sudah matang dalam bersekolah. Misalnya : anak merasa giat belajar, ketika mencapai usia kematangan anak yang satu dengan yang lain berbeda dan pemberian cara belajar disesuaikan. 
  2. Mengarahkan kemana arah tujuan belajar. (kalau arah tujuannya jelas, anak akan mengerti) 
  3. Partisipasi siswa. Kalau setiap penyampaian materi mengikut sertakan siswa baik secara fisik / intelek. maka akan lebih menarik dan praktis lebih di mengerti oleh siswa. Secara intelektual dengan cara melempar pertanyaan pada siswa (hendaknya tidak terburu-buru dalam menyampaikan materi) Guru harus mampu mengarahkan siswa agar mengikuti alur cerita (materi secara utuh/keseluruhan) 
  4. Adanya penghargaan & hukuman (Reward & Punishment) Penghargaan tidak selalu dengan bentuk materi : hukuman tidak harus berupa kekerasan. 
  5. Sesegera mungkin membagikan hasil belajar / ulangan pada siswa. 
Transfer Belajar 
Pemindahan / Pengalihan hasil belajar dari bidang studi satu ke bidang studi yang lain / kehidupan sehari-hari 
Guru mengait-ngaitkan materi yang satu dengan yang lain. dengan kata lain mengait-ngaitkan materi dengan kejadian sehari-hari.

MOTIVASI BELAJAR

Sesuatu yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas / kegiatan dalam rangka mencapai tujuan.

Materi Produktif TKJ

 Klik Di bawah ini untuk mendapatkan file
Menerapkan Teknik Elektronik Digital

BELAJAR

Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku akibat dari pelatihan dan pengalaman. 
ciri-ciri belajar : 
  • belajar merupakan kegiatan yang berproses. 
  • terjadi perubahan tingkah laku (Behaviora Change). dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak mengerti menjadi mengerti. 
  • perubahan tingkah laku itu merupakan akibat dari latihan dan pengalaman. 
Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar 
  1. 1.Faktor intern : 
  • kondisi fisik pelajar 
  • kondisi psikis pelajar
  1. 2. Faktor ekstern, faktor diluar dari anak. 
  • Faktor non sosial: 
Iklim undara / cuaca, 
waktu belajar yang efektif adalah waktu pagi, karena kondisi fikiran anak masih fresh. kondisi waktu bisa maksimal, dan bisa menyesuaikan materi pelajaran yang diajarkan. 
Tempat 
Letak gedung, sekolah yang baik adalah sekolah yang jauh dari keramaian kota. 
Model gedung, gedung yang baik adalah yang membujur dari barat ke timur, karena pencahayaannya baik. 
Alat, ketersiadiaan alat : buku tulis, diktat dan lain-lain. 
Materi, Materi pelajaran ada yang bobotnya berat untuk dikaji seperti matematika, bhs. inggris, bhs. Indonesia, sehingga membutuhkan waktu yang lebih banyak. 
  • Faktor Sosial, baik dari segi manusianya ada maupun tidak ada. 
  1. Pendidik => metode yang dipakai 
  2. Orang tua, keluarga dan msyarakat
Orang tua dan keluarga, pendidikan orang tua adalah pedidikan yang utama dan pertama, karena yang membuat pondasi adalah orang tua. 
teman / siswa lain 
guru 
masyarakat 
Guru hendaknya memberikan Reinforcement / penguatan => suatu hal yang diberikan pada seseorang  untukmemuji dengan acungan jempol dan lain-lain.

PSIKOLOGI BELAJAR

Hubungan antara perkembangan dengan belajar
* Perkembangan anak / siswa meliputi :

Selasa, 05 Januari 2010

Di Yayasan Hasanuddin Pare Juga ada Madarash Tsanawiyah Hasanuddin Pare Blognya silahkan klik di bawah ini : mtsplus.blogspot.com dan juga ada Sekolah Tinggi Agama Islam Hasanuddin Pare Blognya : staih.blogspot.com

Selasa, 24 November 2009

Kamis, 15 Oktober 2009

Profil SMK Hasanuddin Pare


SMK Hasanuddin Pare Merupakan SMK yang kemunculannya di dunia pendidikan sudah sangat lama didirikan sejak tahun 1982. SMK Hasanuddin pare sudah mencetak banyak lulusan diseluruh pelosok Pare Kediri bahkan juga dari Kabupaten yang lain. Saking besarnya sehingga banyak fihak yang iri dengan keberhasilanya, namun SMK Hasanuddin Pare berpegang teguh pada prinsip mencetak manusia yang terdidik dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa dan berakhlak Mulia jadi dengan cobaan apapun SMK Hasanuddin Al-hamdulillah walau pada Tahun 1999 sempat hampir punah ternyata kepercayaan Masyarakat masih kian besar sehingga sampai sekarang SMK Hasanuddin sudah semakin maju dan berteknologi tinggi. siapapun yang baca ini baik dari Alumni maupun bukan percayalah SMK Hasanuddin Pare Masih sangat kokoh, untuk itu jangan ragu untuk menyekolahkan / sekolah di SMK Hasanuddin Pare.
SMK Hasanuddin mulai tahun 2003 sudah berada di Gedung milik yayasan sendiri yakni di Jln. Kelapa No. 84 Jombangan Tertek Pare. di alamt ini SMK Hasanuddin tidak sendiri namun ada lembaga lain yakni Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Juga ada Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STAIH) Pare.
SMK Hasanuddin Pare Mulai Tahun 2008 sampai seterusnya mewajibkan semua siswa perempuannya untuk menggunakan kerudung Karena berprinsip Sekolah Menengah Kejuruan dengan Berbasis Islami dan Berakhlak Karimah Jadi (SMK Hasanuddin Pare adalah SMK yang mencetak manusia yang mampu berbisnis dengan cara-cara islami).